Minggu, 05 Juni 2011

Sleman Gelar Jelajah Wisata dan Reli Foto di Kawasan Wisata “Rumah Teletubies”


SLEMAN - Kabupaten Sleman kembali akan menggelar agenda wisata spektakuler yang terbuka untuk umum berupa Jelajah Wisata, pada Minggu 10 Juli 2011 mendatang. Pada tahun ini event wisata semi sport tersebut mengambil tajuk “Trail to Domes”, karena lokasi penyelenggaraannya disentralkan di kawasan wisata yang memiliki keunikan tersendiri yaitu rumah Domes yang bercorak rumah Teletubies, Nglepen Sumberharjo Prambanan Sleman.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Sleman Dra. Shavitri Nurmala Dewi, MA, Senin 16 Mei 2011 melalui surat elektronik. Shavitri atau yang akrab dipanggil Evi ini menambahkan bahwa Jelajah Wisata merupakan event tahunan untuk menarik wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk berkunjung ke DIY khususnya ke obyek-obyek wisata di Sleman. Pada saat ini wisata trekking sudah menjadi salah satu wisata alternatif yang mulai dilirik banyak kalangan karena menawarkan panorama alami nan asri serta menjadi wahana olah raga sekaligus berwisata.

Saat ini event Jelajah Wisata merupakan salah satu event yang sudah memiliki pangsa pasar dan pecintanya tersendiri. Sehingga diharapkan pemilihan lokasi di kawasan wisata Rumah Domes atau “Rumah Teletubies” akan menambah daya tarik tersendiri bagi para peserta. Lebih menarik lagi dalam event yang sama juga akan diadakan Lomba Reli Foto yang terbuka untuk umum dan juga untuk peserta jelajah wisata.

Kepala Seksi Promosi Wisata Disbudpar Sleman Dra. Mayawati Jati Lestari, MT, selaku ketua panitia mengatakan bahwa Jelajah Wisata “Trail to Domes” dikemas berupa trekking atau jalan kaki menyusuri perbukitan dengan jalur yang cukup ekstrim di kawasan wisata Rumah Domes berjarak 8 (delapan) kilometer. Peserta akan menempuh jalur jalan setapak melalui perbukitan, persawahan, pekarangan dan perkampungan penduduk selama kurang lebih 2,5 (dua setengah) jam. Bahkan peserta juga akan dapat melihat berbagai aktivitas masyarakat setempat, Tugu Belanda, pemandangan Rumah Domes, Candi Ijo, dll dari ketinggian dan jarak jauh.

Peserta ditargetkan sebanyak 1.000 (seribu) orang peserta dengan sistem perseorangan dari berbagai daerah, baik dari masyarakat DIY maupun luar daerah. Informasi dan pendaftaran peserta dimulai tanggal 2 Mei 2011 hingga 7 Juli 2011 di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Telepon/Faximile (0274) 869613 Website:www.tourismsleman.com, Email dan Facebook prtourismsleman@yahoo.co.id.

Selain itu bisa juga juga di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Sleman, Jl. Parasamya Beran Sleman Telp.0274-868512, Kantor Kecamatan Prambanan Telp.0274-496388, TIC Malioboro, Jl. Malioboro No.14 Telp.0274-566000, Sekretariat Rumah Domes, Sumberharjo Prambanan Telp.0274-3294403, Soto Kudus “Pak Dewo”, Jl. C Simanjuntak (Selatan Mirota Kampus Terban) Telp.0274-5811182. Biaya pendaftaran Rp.30.000,- per orang untuk peserta jelajah wisata dan Rp.50.000 untuk peserta reli foto.

Setiap peserta akan memperoleh sebuah kaos cantik, snack dan minum, asuransi serta kupon undian doorprize untuk memperebutkan hadiah 2 (dua) sepeda motor, sepeda gunung, televisi, handphone, minicompo dan puluhan hadiah lainnya.

Penilaian reli foto dilakukan oleh 3 (tiga) juri yang profesional di bidangnya, yaitu wartawan foto Reuters Dwi Oblo, dosen fotografi Institut Seni Indonesia Pamungkas WS, dan fotografer pariwisata Widodo Kushartoyo. Peserta reli foto akan memperebutkan hadiah untuk Juara I Rp.1.500.000, Juara II Rp.1.000.000, Juara III Rp.750.000. Juara IV Rp.500.000 dan Juara V Rp.350.000.

Peserta Pameran Obyek Wisata Nusantara Kunjungi Obwis Sleman

Sebanyak 60 orang peserta Pameran Obyek Wisata Nusantara dari berbagai daerah diajak untuk mengunjungi obyek-obyek wisata di Sleman. Obyek-obyek yang dikunjungi meliputi Museum Gunungapi Merapi (MGM), Volcano Tour di Cangkringan, Desa Wisata Pentingsari dan Candi Sambisari. Demikian dikatakan Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Disbudpar Sleman Wasita, SS, MAP saat memimpin langsung famtrip tersebut, Sabtu, 4 Juni 2011.

Wasita menambahkan bahwa famtrip tersebut dilaksanakan atas fasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman bekerjasama dengan DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sleman. Menurutnya keberadaan para peserta pameran obyek wisata nusantara di Ambarrukmo Plaza Sleman Yogyakarta yang berasal dari berbagai daerah sepertinya kabupaten/ kota di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Nusa Tengara, dsb merupakan komunitas yang strategis untuk difasilitasi agar mengenal obyek-obyek wisata di Yogyakarta khususnya Sleman. Dengan demikian diharapkan mereka akan turut mempromosikan dan mengangkat citra kepariwisataan Yogyakarta di daerahnya masing-masing.

Alfonds yang merupakan salah satu peserta asal Taman Nasional Kalimutu Flores Nusa Tenggara Timur menyatakan ketertarikannya terhadap obyek-obyek wisata di Sleman yang dikunjungi. Koleksi di Museum Gunungapi Merapi, desa wisata Pentingsari, dan Candi Sambisari sungguh luar biasa.Hal serupa diungkapkan Herman asal Garut Jawa Barat yang begitu tertarik dengan obyek-obyek tersebut. Menurut penilaiannya masyarakat metropolis saat ini sudah mengalami kejenuhan berkunjung ke obyek-obyek wisata yang konvensional. Sehingga obyek wisata sepertinya volcano tour di kawasan lereng Merapi dan desa wisata merupakan alternatif yang mulai banyak diminati oleh pengunjung atau wisatawan asal kota-kota besar.-

Senin, 07 Februari 2011

Masyarakat Kalirase Gelar Merti Dusun “Tri Rasa Guna”



Rangkaian merti dusun diawali pada hari Sabtu 5 Februari 2011 pukul 17.00 WIB berupa pengambilan air kehidupan dari Sumber Petung dan Sumber Malang oleh para santri dan sesepuh dusun. Dilanjutkan pada malam harinya dengan mujahadah dan pengajian bagi warga masyarakat setempat.
Minggu 6 Februari 2011 pukul 10.00 WIB dipentaskan Seni Kubrosiswo dan Jathilan dilanjutkan pada pukul 14.00 WIB dengan Kirab Tirto “Tri Rasa Guna” dan Hasil Bumi mengelilingi dusun setempat diiringi dengan berbagai macam kelompok kesenian. Pukul 15.00 WIB dilaksanakan peresmian air bersih dusun setempat dilanjutkan dengan upacara seremonial yang diikuti oleh segenap warga masyarakat dan tamu undangan. Mengakhiri rangkaian merti dusun dilaksanakan kenduri massal dilanjutkan dengan “Kembul Bujana”-












CP. 087839934309

Senin, 25 Mei 2009

Diklat SDM Pelaku Usaha Akomodasi Kabupaten Sleman

Usaha akomodasi merupakan aspek yang tidak dapat terpisahkan dengan perjalanan wisata, maka sangat penting bagi setiap hotel untuk mempunyai unggulan yang kompetitif, kualitas dan kompetensi karyawan dalam hal pengetahuan dan ketrampilan yang baik. Dalam upaya tersebut Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan Pelatihan bagi Pelaku Usaha Akomodasi di Kabupaten Sleman selama 2 (dua) hari pada tanggal 25-26 Mei 2009. Senin 25 Mei 2009 pelatihan klasikal dan praktek di LPP Convention Hotel, Demangan Baru, Depok, Sleman dan Selasa 26 Mei 2009 diadakan studi lapangan.
Penentuan klasifikasi hotel tidak hanya berdasarkan fisik bangunan semata, seperti jumlah kamar, variasi menu makanan yang tersedia serta fasilitas yang diberikan kepada, akan tetapi faktor utama yang perlu dipertimbangkan adalah aspek pelayanan, hal tersebut disampaikan oleh Drs. Dwi Supriyatno, MS. dalam sambutannya pada pembukaan Diklat SDM Pelaku Usaha Akomodasi (Senin, 25 Mei 2009) di LPP Convention Hotel Jln. Demangan Baru Sleman Yogyakarta. Indikator lain yang yang menjadi tolok ukur penilaian adalah syarat ramah lingkungan, memiliki sanitasi dan higienitas yang baik, Sumber Daya Manusia (SDM) yang memenuhi standar kompetensi, mengunakan produk dalam negeri dan mampu memberdayakan masyarakat setempat. Usaha akomodasi merupakan aspek yang tidak dapat terpisahkan dengan perjalanan wisata, maka sangat penting bagi setiap hotel untuk mempunyai unggulan yang kompetitif, kualitas dan kompetensi karyawan dalam hal pengetahuan dan ketrampilan yang baik. Pada kesempatan yang sama, disela-sela acara Drs. Dwi Supriyatno, MS. mengatakan bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sleman selama tahun 2008 berjumlah 2.300.000 (dua juta tiga ratus ribu) orang, dan ditargetkan pada tahun 2009 jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman meningkat 10 persen. Saya berharap dengan prediksi kunjungan wisatawan yang meningkat tersebut akan diimbangi kesiapan dari para pengusaha hotel, sehingga wisatawan yang datang akan merasa betah dengan pelayanan hotel selama menginap di hotel bersangkutan. Sementara itu Ir. Wahyudi Heru Santosa, MP Kepala Bidang Pariwisata Dinas Budpar Kabupaten Sleman dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan Diklat SDM Pelaku Usaha Akomodasi Kabupaten Sleman adalah untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam memahami dan menerapkan event marketing sebagai alternatif pemasaran. Peserta pelatihan diharapkan nantinya mampu meningkatkan kompetensi kerja, mampu memberikan pelayanan yang prima kepada tamu, mampu memelihara kepuasan tamu dan mampu menciptakan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan tamu. Peserta terdiri dari pengelola/karyawan hotel melati, pemilik hotel melati, pengelola/karyawan pondok wisata yang berjumlah 50 orang. Narasumber dari Dinas Budpar Kabupaten Sleman, Dinas Kesehatan, PHRI dan Praktisi/Akademisi Perhotelan.* * *